Rabu, 17 November 2010

MENJUAL KEPERAWANAN ?

Mungkin dari menbaca judul diatas,,,,, membuat kita ternganga,,,,!!! ini saya kutip dari blognya mas



Oleh: Endro S Effendi (Kaltim Pos Group Radar Sampit)

WANITA itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu.

Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang t engah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ''
Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ''
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa bro sur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' '
'' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi
wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya
'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''
'' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.''
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya
dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...
'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil
menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya.
Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika

'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
"Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.

'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...

'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ....''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.
Terimalah uang ini.
Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih.
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...

Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
'' Kesadaran... '' .. . .

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''
'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''
'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini.

Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ....


'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: '' Antar kami kerumah sakit ...''

Minggu, 31 Oktober 2010

Puisi Cinta


Pertama ku mengenalmu
Ku merasakan ada sesuatu
Sesuatu yang membua ku beda

Ku mengenalmu dalam dunia maya
Tapi ku merasa kamu
Dekat bahkan dekat sekali

Semua dukungan dan harapn
Selalu kau utarakan
Selalu kau ucapkan
Sehingga ku bias semangat

Dan kini ku ingin bertemu denganmu
Ku ingin tahu siapa dirimu sebenar na

Tapi ku merasa takut
Jika kita bertemu
Ku takut kamu kecewa
Kecewa dengan keadaanku

Ku mohon kepadamu
Jika saat kita bertemu
Kamu jangan pergi walaupun hanya sebagai sahabatmu
Ku mau

Sabtu, 30 Oktober 2010

Rindu

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Cinta & Air Mata

Mengalir di seluruh hati yang ada, terasa bagaikan hidup di alam sorga yang begitu indah dalam hidup kita Cinta... berjalan dalam hati yang  telah melalui segala yg ada dalam hidup ini. Terkadang bahagia terkadang sedihdan sepi Air mata selalu mengiringi langkah hidupku ini. Cinta kau selalu hadir dalam diri manusia Kau mengukir segala yang indah dlm hati ini dan terkadang kamu berobah yang bukan seperti cinta yang telah menyebarkan kesedihan dlm hidup ini kujalani segalanya dan kulewati harinya ku tersenyum tertawa dalam menemani hidupnya tapi ahir segalanya hanyalah cinta bermandi air mata itulah arti cinta yang ku lalui dlm hidupku .
Ku coba berlari jauh untuk menghilangkan kenyataan.!!Namun hati merasa tertinggal dalam satu banyangan Apakah ini cinta yang terhalang dalam hati yang tertinggal???Namun air mata terus menetes untuk menuliskan cerita hati, cerita yang telah lama hilang dalam kisah –kisah yang tertinggal . Cinta itu ada namun cinta bukan milik kita sepenuhnya.Percayalah hidup itu indah namun hidup itu bkn yg seindah yang kita inginkan Karma hati tidak akan selalu sama.dalam satu cerita Tentang cinta....

Jumat, 29 Oktober 2010

Prosa: Sandiwara Cinta

Di suatu senja, aku tak mampu menangkap bayangan ceria. Walaupun kau hadirkan tawa yang melengking, sampai-sampai hatiku ikut pecah. Meluapkan genangan rindu yang sempat mengalir di lembah hatiku bertahun-tahun lamanya.
Sejak kau pergi dan kembali di hadapanku memamerkan jeritanmu yang semu, aku masih mengenalmu. Kau masih seperti yang dulu, seorang gadis rapuh berparas ayu. Tak seharusnya kau sembunyikan lukamu dalam balutan tawamu. Aku tau. Aku menatap sendu yang sedang menggelayut lesu di kedua kelopak matamu.
Gadisku, telaga bening di kedua matamu tak pernah membohongiku. Aku melihat pancaran kesedihanmu. Luka yang lama terapung karena kau tahan dengan tawamu. Sendu yang belum kau alirkan di permukaan pipi lembutmu.
Cukup. Aku tak tahan dengan sandiwara cintamu.
Aku menggenggam kedua tanganmu. Menatap dalam-dalam ke permukaan telaga matamu. Aku ingin menjamah seluruh lukamu. Dan Kau mulai berhenti memainkan lakon ceria dari rona mukamu. Perlahan-lahan, aku dapat menyentuh luka-lukamu. Kuseret mereka keluar. Semuanya hingga tak ada yang tersisa. Aku tak mau telagamu dicemari duka.
Seketika tawamu hilang dibawa angin senja. Digantikan butiran-butiran bening berisi luka yang terus mengalir dari kedua mata indahmu. Perlahan kusapu luka itu dengan kedua jemariku sambil pandanganku menyelami telaga beningmu. Akhirnya ia kembali jernih. Persis seperti lima tahun yang lalu. Kembali aku melihat pelangi warna-warni di matamu, tepat di atas telaga jernih yang sedang memantulkan kata cinta. Ya, kau masih mencintaiku. Begitu juga aku……….
(Ankara, 06072010, 21.49)
***my blog : www.bintangbumoe.wordpress.com***

Nuansa cinta

Mereka yang tidak menyukai cinta menyebutnya tanggung jawab...........!!
Mereka yang bermain dengan cinta menyebutnya sebuah petualangan...........!!
Mereka yang belum memiliki cinta menyebutnya sebuah impian..............!!
Dan mereka yang saling mencintai menyebutnya sebuah takdir................!!
Jika kamu belum memiliki cinta, temukanlah cinta dan raihlah cintamu..............!!
Jika kamu sudah memiliki cinta, jagalah dia jangan sampai kau berpaling dari cintamu..............!!

Hal yang
paling menyedihkan dalam hidup kita adalah ketika kita bertemu dengan seseorang
yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang
tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat
hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman terbaik adalah teman dimana
ketika kita duduk di sebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus
berpisah dengannya terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan yang paling
menyenangkan yang pernah kita lakukan bersama.
Adalah benar kita tidak pernah
tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar
juga ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut
menghampiri kita.
Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi kemana saja
kemampun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan karena kita
hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat
melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagaimana
layaknya orang lain, jika kita merasa ada hal yang kita lakukan akan menyakiti
diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti orang lain pula.
Kata-kata
yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan
yang kejam dapat menghancurkan kehidupan, sebuah kata yang tidak tepat mungkin
juga mampu menambah beban batin seseorang dan sebuah kata yang penuh cinta kasih
mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Seseorang memahami orang
lain melalui hati bukan melalui mata dan otaknya.
Kadang-kadang kita dapat
mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia untuk memahami orang lain.
Karena apa yang paling dibutuhkan oleh seseorang seringkali hanya sekedar
keingintahuan bahwa ada orang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan
berusaha memahami posisinya.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang
tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berpikir
bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam
hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah
kecupan, dan berakhir dengan air mata kesedihan.
Ketika kita dilahirkan, kita
menangis begitu kerasnya, sementara orang-orang di sekeliling kita tersebyum
bahagia.
Ketika kita meninggalkan hidup maka kita ada di pihak yang
tersenyum begitu bahagia sementara orang di sekeliling kita menangis.

cinta

Aku merasa sanagat beruntung........... tapi apa kah rasa keberuntungan ini yang aku butuhkan sekarang.? lalu kenapa aku masih merindukan dia yang pernah mingisi hariku dulu. aku merasa merasa ada yang hilang tanpa tau apa yang sudah aku temukan!! aku merasa telah menemukan tanpa tau apa yang aku cari !!! dan aku seperti masih mencari, tanpa tau apa yang sudah hilang!!! manusia memiliki mimpi ada yang mengejar dan mewujudkanya. ada yang mundur dan membuanganya, ada pula yang diam dan hanya menyimpan sepanjang sisa hidupnya........... dan aku menjadi manuasia yang terakhir itu..!!